SUKABUMI, PERHUTANI (24/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan serta krisis ketersediaan air, Rabu (22/07).
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari peringatan dini yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 10 Juni 2026, yang menyebutkan bahwa puncak musim kemarau ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah Sukabumi pada bulan Agustus mendatang, disertai potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat signifikan.
Dari jajaran Perhutani, hadir dalam rapat koordinasi tersebut Asper BKPH Palabuhanratu, Andri, yang didampingi oleh Danru Polmob Hardiman. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Perhutani dalam memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan di tingkat tapak, khususnya di wilayah BKPH Palabuhanratu yang merupakan kawasan rawan kebakaran.
Waka Korkam Perhutani KPH Sukabumi, Aldy Juliansyah, mengatakan Perhutani telah mengantisipasi seluruh kawasan hutan dan lahan penyangga rawan api Bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) . "Kami memetakan dan menyiagakan semua titik rawan, serta bersama sama seluruh LMDH memantau sungai dan mata air agar ketersediaan air tetap aman. Larangan pembukaan lahan juga kami tegakkan untuk mencegah kebakaran," tegasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Puji Widodo yang membuka rapat koordinasi Bersama Rasyad Muharam yang menjabat Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa sinergitas seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi alam yang ekstrem ini.
"Ketersediaan air dan ancaman kebakaran hutan merupakan dua isu kritis yang harus kita tangani bersama. Perhutani, BPBD, TNGHS, Damkar, Dinsos, DLH, PDAM. CDK Wilayah III Sukabumi ,Cabang Disas ESDM Wilayah III Provinsi Jabar dinas lainnya yang terkait, dan masyarakat harus bergerak dalam satu koordinasi yang solid," ujar Rasyad.
Rakor yang berlangsung di Aula Setda Sukabumi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama, menyamakan persepsi, dan menyusun langkah-langkah taktis dalam menghadapi puncak kemarau ekstrem yang diprediksi akan berlangsung pada Agustus 2026. Dengan koordinasi yang matang dan kesiapsiagaan yang optimal, diharapkan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dapat diminimalisasi.